Sabtu, 11 Oktober 2014

Hal Aneh yang Ternyata Bukan Kamu Sendiri yang Ngelakuin



11/10/2014

Ketika sendiri, nggak jarang kita ngelakuin hal-hal aneh. Terus tiba-tiba mikir…
Home-Simpson-Thinking-Vector-Image
“Pernah nggak ya, orang lain ngelakuin hal aneh yang sama kayak gue?”

Terus pemikiran itu terus terngiang, sampai terbawa ke lingkungan-lingkungan yang kita datengin, seperti tongkrongan, sekolah/kampus, sampai tempat gaul di dunia maya juga, socmed.
Jadi tadi pagi sesampainya gue di Rumah, seperti biasa ritual sebelum mulai Aktivitas adalah… nyeduh kopi. Terus gue melakukan hal yang seperti biasa pula gue lakukan ketika menyeduh kopi, yaitu… memasukkan kopi lalu mencampurnya dengan air panas. Jelas, semua orang yang nyeduh kopi ya begitu. Setelah itu, gue mulai menggulung-gulung bungkus kopi kemasan yang gue seduh tadi. Setelah tergulung rapi, gue cemplungin itu bungkusnya, kemudian aduk-aduk kopinya. Lalu gue tersadar.
Orang lain gini juga nggak ya kalau nyeduh kopi?
Akhirnya gue poto deh tuh kegiatan gue ngaduk kopi, terus gue apdet di socmed.
Terus respons-respons mulai berdatangan…
Dari situ gue mikir lagi, pasti ada lagi nih kegiatan-kegiatan aneh yang pernah kita lakuin waktu sendiri, yang ternyata dilakuin juga sama orang lain. Jadi, ternyata kita nggak sendiri guys!
Setelah mikir-mikir, nanya-nanya, dan nginget-nginet, beberapa kegiatan aneh yang sering dilakuin itu tuh ini…
Jelek-Jelekin Muka di Depan Cermin

Pasti pernah nih, biasanya abis mandi, berlama-lama di depan kaca, bukannya dandan tapi malah ngejelek-jelekin muka di depan cermin.
anne-hathaway-mirror-flirting-playing-with-eyebrows
Berbohong Pada Diri Sendiri Tentang Badan
Nggak cewek nggak cowok, kelakuannya sama aja.
Screen Shot 2014-09-02 at 11.47.09 AM
Megang yang Bau Terus Dicium
Masih seputar habis mandi. Biasanya suka periksa-periksa bagian-bagian tertentu, ada yang gatel misalnya, atau sekadar nyabut rambut di bagian itu. Bagian yang bau. Eh, anehnya, abis berinteraksi dengan bagian itu, udah tau bau, malah dicium.
tumblr_lwhlshawgl1qicu1q
Teleponan Sambil Jalan-Jalan Nggak Jelas
Namanya juga teleponan sama pacar dan gebetan ya, biasanya lamaaaaa banget. Bahkan sampe batre handphone abis. Anehnya, teleponannya sambil jalan-jalan nggak jelas.
anigif_enhanced-buzz-5240-1381333389-6
Kalau teleponannya sambil tiduran, ya berarti guling-gulingan nggak jelas.
Nggak Pake Celana
enhanced-buzz-3258-1381333661-21
Rumah sepi, atau pas tidur malem, gerah, kamar dikunci, lepas celana dah pake kolor doang.
Masang Shuffle di Music Player, Tapi Ngeskip Terus Sampe Dapet Lagu yang Pengen Didenger
anigif_enhanced-buzz-529-1381334155-6
Terus buat apa di-shuffle kalo gitu?! -_-
Pas Ngobrol Udah Dapet Apa Maksudnya, Cuma Nggak Dapet Cara Buat Ngomongnya
anigif_enhanced-buzz-549-1381334173-5
Ujungnya jadi pake “anu”, atau “yaaa itu lah pokoknya”.
Hahaha, banyak juga ya? Tapi gue rasa itu belum semua. Kira-kira apa lagi ya hal aneh yang pernah dirasain tapi ternyata itu dialamin sama orang lain juga? Share yuk di comments!

Senin, 17 Maret 2014

Tips Ujian Semester Sekolah


HAHAHAHAHA besok lagi pada ujian sekolah? Trus kelas 3 juga mau menghadapi ujian nasional juga? Astagaaaa, sebagai pelajar yang kreatif, gue merasa gagal dalam memahami dan membimbing pemuda-pemudi Indonesia untuk meneruskan cita-cita para proklamator. Untuk itu, gue bakalan ngasih beberapa tips, agar ujian kalian jadi lancar dan terhindar dari marabahaya. Ingat, tips ujian ini bukan hanya untuk kelas 3 aja ya. Semua tingkat juga bisa.

Umm... sebelumnya, saya mohon tips ini dibaca dengan serius. Saya lagi nggak mau bercanda. Trims.

1. Sebelum Ujian
Kalau kata orang, sebelum ujian harus belajar dan berdoa. Menurut saya, statement tersebut sangat keliru pada zaman sekarang. Betul, yang anda harus lakukan sebelum ujian adalah menyingkirkan kursi kosong yang ada di belakang kelas. Tau kenapa? Kalau sampai ada kursi kosong yang ada di belakang kelas, ini bisa jadi pemicu pengawas untuk duduk, dan mengawasi punggung anda dengan tatapan tajam. Kalau seandainya ini semua terjadi, lidah anda pasti akan membeku, kepala pun demikian. Atau boleh saja anda menaruh kursi di belakang kelas, asalkan, kursinya kursi pelontar. Jadi, ketika pengawas duduk, DUARRRR! Dia terbang ke langit.

2. Membaca Doa
Setelah menyingkirkan kursi kosong, tahap selanjutnya yang harus anda lakukan adalah berdoa. Kalau kata pesan orangtua, sebelum memulai sesuatu, hendaknya kita berdoa terlebih dahulu agar diberi kelancaran. Betul, jujur, saya termasuk orang yang kalau mau ngapa-ngapain pasti berdoa dulu. Mau makan, doa. Mau tidur, doa. Bahkan, pas mau nyolokin flashdisk aja saya doa dulu. Biar aman.

Nah, yang perlu saya ingatkan kembali, bacalah doa yang maknanya nyambung, tetapi efisien. Jangan sebelum ujian, malah baca doa makan. Atau karna saking semangatnya mau ujian, bacanya surat Al-Baqoroh, terus udahannya dua hari. 

Tenang, doa apapun asalkan niatnya baik, pasti didengar kok oleh Tuhan YME. *kibas jambul*

3. Pengisian Nama
Sebelum fokeus untuk menjawab soal, pastikan dalam pengisian data juga harus lengkap dan benar. Jadi, yang saya harapkan anda mengisi data di kolom nama juga harus benar-benar menggunakan nama lengkap, sesuai dengan nama yang tertera di kartu ujian. Janganlah sekali-kali kalian menggunakan nama samaran, nama panggilan pacar, atau nama kalian yang berlapis nama pacar. Karena ini lembar jawaban, bukan tembok dinding rumah. Atau buat yang anak alim, janganlah sekali-kali kalian menuliskan nama dengan tulisan "Hamba Allah" atau "No Name", karena ini ujian, gaes, bukan pundi amal.

4. Meminta Jawaban
Tips yang paling penting yang harus anda ketahui setelah memasuki waktu ujian adalah bagaimana caranya meminta jawaban kepada teman secara baik dan benar. Pertama-tama, jangan pernah sesekali anda mencoba untuk meminta izin kepada pengawas, seperti, "Ibu! Bolehkah saya melihat jawaban teman saya?" atau jangan pernah juga sesekali anda bertanya kepada teman anda, tapi menggunakan bahasa daerah masing-masing. Anda menggunakan bahasa Padang, tapi ternyata dia asli Jawa. Tapi cobalah dengan berpura-pura batuk, tapi batuknya sambil nyebutin nama lengkap, seperti, "UHUUHHK UHUUKKK SENA ROMANDA UHUUKK UHUUUK SENAROMANDA UHUUK" atau kalau dia nggak dengar, coba beralih ke teman yang ada di depan anda dengan, "Ssst... ssst.. ssst.." secara halus di telinga kanannya. Kalau sedekat itu dia masih nggak mau nengok, coba dekatkan ke telinga kanannya lagi, lalu bisikan, "audzubillahiminasyaitonirojim"

5. Memberi Jawaban
Kalau barusan saya memberikan tips tentang bagaimana caranya meminta jawaban, rasa-rasanya kurang pas kalau saya nggak memberikan tips tentang bagaimana caranya memberi jawaban. Yang pertama kali harus anda tanamkan dalam pikiran anda adalah; ikhlas. Kalau anda tidak ikhlas, astagaaaa, jawabannya haram buat yang make. Dosa.

Nah, ketika sudah ikhlas, harap berikan jawaban yang sesuai pada lembar jawaban anda. Jangan ketika teman sedang kesusahan, dan nanya, "Ssst... ssst... ssst.. nomor satu apaaaah?" anda malah menjawab, "Ketuhanan yang maha esaaaah" atau bahkan, "Nomor satuh ituh kamuuuuuuh. <3" 

Dan khusus buat siswa yang berjiwa dagang, jangan pula ketika teman bertanya, "Ssst.. dua?" sambil memberikan isyarat jari, anda malah menjawab, "Dua? Pedes nggak?"

6. Ketika Ditanya Pengawas Kenapa Belum Diisi
Terkadang, ada masanya ketika kita bingung harus mengerjakan apa, dan ketika mencoba bertanya ke teman, tapi si teman malah nggak dengar atau pura-pura nggak dengar. Jadinya? Ya, jawabannya nggak diisi. Mungkin hal ini akan biasa saja ketika pengawas tidak mengawasi lembar jawaban anda. Tapi kalau dia sudah mengawasi, dan bertanya, "Lah? Kok belum diisi? Kamu nggak belajar?!" mungkin ada aura panik yang terpancar dari tubuh kita.

Untuk itu, buat anda yang apabila pada saat ujian mengalami kejadian seperti ini, hendaknya jangan panik. Tapi, anda cukup stay cool dan bilang, "Ibu, untuk masalah jawaban, hanya Tuhan saja yang boleh tau. :)"  #problemsolved

7. Mengumpulkan Lembar Jawaban
Pada dasarnya, pengawas sangat terlihat bahagia ketika anak muridnya nggak bisa menjawab soal, gara-gara soalnya susah. Untuk itu, sesulit apapun soalnya, jangan pernah ketika mengumpulkan jawaban, anda mengucapkan keluhan di depan pengawas seperti, "Aduuuh, ibuuuk! Soalnya kok susah, sih?!" tapi ucapkanlah, "Aduuh, ibuuuk! Saya kira soalnya gampang lho, Bu! Eh, ternyata emang gampang.."

Begitulah sekiranya tips ujian dari saya untuk anda. Semoga, tips yang saya berikan sangat membantu anda dalam mengerjakan soal. Tapi yang perlu saya tekankan, dalam mengerjakan soal hendaknya percaya pada diri sendiri. Jangan terlalu percaya sama teman. Gak baik. Kecuali teman yang pintar :D

Anyway, good luck buat kamu-kamu yang lagi ujian sekolah! Semoga sukses! Termasuk, 'kamu'.

Senin, 27 Januari 2014

Memangnya Penting Ya?

"Beb,maaf ya tadi gak sempet ngabarin kamu. Aku di jalan nih mau ke Sekolah. Doain aja nanti malem gak hujan, jadi kita bisa makan bareng. See you, Beb"

kira-kira begitulah kalimat penutup dari Danu ke pacarnya di telfon


Hari Sabtu tanggal  4 Januari sekitar jam 16.45 WIB gue sedang dalam perjalanan menuju , tujuan gue saat itu adalah ingin bertemu dengan Salsa untuk dinner. Karena kebetulan hari itu adalah hari dia ulang tahun dia, dan Salsa berangkat duluan, sedangkan gue harus ketemu dulu sama Tante dan Om Untuk membahas #Lasttogo pada tanggal 5 besok.

Setelah selesai Ngoceh-ngoceh, gue akhirnya pulang dulu ke Rumah buat ambil mobil lalu berangkat untuk ketemuan sama Salsa. Gue sudah membuat janji dengan Salsa untuk ketemuan di sebuah Caffe Gaul jam 17.00 WIB. Tapi gue gak sendirian berangkat ke , karena Danu, temen gue juga mau ke , dia bilangnya mau ada urusan di sana. Danu adalah tetangga gue satu komplek. Kita berteman sejak tahun pertama Masuk Latian Basket di Gor Sahabat, selain karena Rumah  dia yang berada persis di samping  gue, kita juga sama-sama mengikuti Pelatihan bola basket. Danu adalah contoh anak basket yang digandrungi cewek Sekolah karena punya muka yang kayak orang bule dan dia juga jadi pemain inti tim basket Sekolah. Sejak berteman dengan Danu, gue pun jadi ikutan terkenal.... di kalangan tukang Es Cendol deket lapangan basket Blambangan.

Danu ini punya badan yang tingginya hampir gak beda jauh dari gue, tapi dia lebih pendek sedikit, mungkin sekitar 185cm. Muka dia campuran antara Arab dan Belanda, dia adalah cowok yang paling sering gonta-ganti pacar, dan dia tidak pernah merasakan yang namanya galau setelah putus. Entah ini sebuah prestasi atau sebuah gangguan mental terselubung dari diri Danu yang tidak pernah dia kasih tau ke gue.

 "Wah cewek baru lagi, Dan? Itu yang kemaren udah putus emang?"

 "Ya gitu deh. Udah gue putusin, Sen. Tapi santai, ini baru jadian lagi gue sama yang laen."

 "Gila, lo hebat banget ya. Kayaknya aku butuh dua tahun deh buat bisa move on, kamu cepet banget anjir!!"

 "Ya gue bisa cepet dapet pacar karena emang muka gue kan ganteng, gak kayak elu Sen."

Hening seketika.

 Jam di deket DVD mobil gue sudah menunjukan pukul 16.55 WIB dan mobil gue masih ngisi bensin di SPBU Cungking samping antri lama di depan mobil gue masi banyak antrian. Karena gue takut telat, dan gue juga takut Salsa nunggu kelamaan, gue langsung ambil handphone di saku celana kemudian nelfon dia.

"Halloo. Salsa, kamu udah di ? gue masih Ngisi bensin di SPBU samaping sebentar lagi aku sampe kok. Tungguin yaaaa."

"Iya nih baru sampe, gapapa kok tenang aja. See yaa."

"Bye."

 Kemudian gue tutup telfon, lalu berdoa agar mobil gue bisa cepet keluar dari SPBU dan gue bisa bertemu dengan Salsa sesegera mungkin. Belum sempat gue taruh handphone di saku celana, tiba-tiba Danu dengan santai nanya ke gue, "Datar bener lo nelfonnya? Gak ada romantis-romantis sama sekali ."

 "Emang penting ya ngumbar romantis di telfon?"

"Ya iyalah. Lo gimana mau punya aura orang ganteng di mata cewek-cewek kalo sama pacar sendiri aja datar gitu?"

"Yah, Dan. Namanya juga baru kenalan, masih adaptasi lah. Lagipula gue kan romantisnya gak ditelfon, privasi kaliiii."

"Emang lo ngapain aja kalo sama dia? Paling pegangan tangan doang kan?"

"Lah kok tau?"

"Hahahaha cupu banget lo cuma pegangan tangan. Kalo gue gak usah ada status pacaran juga bisa pegangan tangan."

"Gue juga gitu, sering malah... Sama Bunda gue."

"Bener-bener cupu ya ni anak. Oh gue tau, romantisnya elo kan paling mau disuruh bawain belanjaan dia aja ya? Hahahahahaha."

"Eh, Dan Liat deh di awan ada kangguru lagi main petak umpet!!" Buru-buru gue mengalihkan obrolan gue dengan Danu, karena gue udah tau banget watak dia yang selalu nge-bully kisah asmara hidup gue.

 Akhirnya mobil gue bisa juga keluar dari SPBU, dan gue pun langsung menuju untuk mencari parkiran. Setelah memarkir mobil di dekat pintu masuk, gue pun mengambil botol parfume di jok belakang, kemudian sedikit menyemportkan ke badan gue. Karena gue gak mau bikin Salsa pingsan karena mencium aroma tubuh gue yang kayak walang sangit habis dibakar pake minyak tanah.

Baru aja gue mau matiin mobil.

KRIIINNGGGG!!!!

 Handphone Danu berbunyi, dan dia dengan cepat mengangkat telfon itu.

"Halooo, Naila? Iya aku udah sampe kok, kamu di mana? Baru aja turun dari taksi nih,  Habis itu kita cabut cari makan di Roxy. See you, lovely."

Oke, jadi selama ini gue hanya dianggap sebagai supir taksi.

"Edaaaannnn lo men, tadi manggil beb sekarang lovely. Semoga besok gak manggil Emak ya!"

"Sialan lo, gak Emak juga lah. Lagipula ini bukan orang yang tadi nelfon gue di mobil kok." Danu memberikan klarifikasi sambil menaruh handphonenya di dalam saku baju dia. Kemudian dia keluar dari mobil lalu bercermin di spion dekat pintu penumpang.

Gue mematikan mobil, lalu keluar dari mobil dan memasang muka bloon karena masih belum bisa mengerti apa yang Danu bicarakan.


"Sen, bingung banget muka lo? Itu tadi Layla, gebetan gue. Anak Smada Rumahnya dia di Sobo sini. Gue janjian sama dia. Makanya besok kalo kita ketemuan di Lapangan dan ada pacar gue lihat gue, jangan bilang-bilang ya. Soalnya gue lapornya sore ini ada Les di primagama."

Masih dengan tampang muka bloon, mungkin kalau ada cermin di depan gue. Gue bisa melihat sosok boboho yang sudah akil baligh dengan rambut klimis, kumis yang baru dicukur, mata sedikit melotot, mulut kembang kempis, dan ada cairan hijau lendir yang keluar dari bola mata. Sebelum gue terlalu jauh menjatuhkan standard wajah gue sendiri, gue pun mencoba untuk kepo.

"Dan jadi Laila itu bukan pacar lo? Kalo bukan, kok manggilnya lovely sih?"

 "Maaannnn!! Get a life! Masih muda tuh jangan terlalu stuck sama satu orang. Itu kenapa gue bilang sama lo tadi, kalo lo jangan terlalu datar sama cewek, lo harus bisa memanfaatkan potensi yang lo punya. Walaupun oke lah lo gak seganteng gue, tapi setidaknya lo itu anak basket, dan kamu pernah juara baca puisi. Harusnya sih bisa punya banyak cewek."

 "Hahahahaha bisa aja lo, Dan. Tapi gak ah, gue takut ngecewain Salsa."

"Yah, namanya juga baru Kenal kayak gini nih, anget-anget tai ayam. Tenang lo bakal menemukan celah di mana nanti lo bisa membagikan perhatian lo ke cewek lain selain Salsa." Dengan entengnya Danu berbicara seperti itu kepada gue di dekat mobil. Namun pernyataan terakhir dia sama sekali tidak gue jawab. Karena gue harus buru-buru ketemu sama Salsa di yang sudah kita sepakati.

 Gue dan Danu bergandengan tangan jalan bareng ke arah pintu masuk,  Setelah pintu masuk tersebut ada sebuah persimpangan jalan, di mana ke kiri untuk di outdoor, dan kanan untuk Di dalam. Di sana gue berpisah dengan Danu. Seperti anak basket lainnya, sebelum berpisah pasti kita melakukan tos ala anak basket. Tangan di kepal, lalu kita mempertemukan kepalan kita sambil bilang, "See you, bro."

"Yaudah salam buat Salsa ya. Gue jemput Laila dulu. Anyway, happy satnight my man!"

"Thank you, Dan, Oh iya, nanti gue salamin ke Salsa."

 Sebelum gue menuju ke salsa, gue sempat berfikir sejenak. Ternyata apa yang dikatakan Danu tentang sisi keromantisan gue tidak sepenuhnya bisa menjadi tolak ukur rasa sayang gue ke Salsa. Gue berkaca dengan apa yang gue alami saat itu, seorang Danu yang pandai sekali bermain kata-kata dengan seorang wanita, ternyata itu bukan jaminan kalau dia beneran sayang sama ceweknya.

 gue menunjukan kalau jalanya masih jauh, kemudian gue sedikit berbicara dengan diri gue sendiri. Apakah tingkat rasa sayang seseorang harus diukur dari cara dia berbicara? Bagi gue, tingkat rasa sayang seseorang itu tidak ada takaran yang bisa dilihat. Rasa sayang itu ibarat sebuah energi bagi gue, tidak bisa dilihat, namun bisa dirasakan. Bagi Danu, mungkin gue terlalu datar saat berbicara dengan Salsa, tapi bagi gue, itu adalah sebuah cara terbaik yang diungkapkan dari hati gue untuk seorang wanita yang gue sayang. Dan sejauh ini, gue bersyukur Salsa tidak pernah terlalu menuntut yang aneh-aneh dari diri gue.


"Beb, kayaknya aku gak bisa ketemuan deh. Tiba-tiba Temen gue ngasih Kabar nih. ada tugas Dikumpulin besok pagi di rumah guru gue kamu hati-hati ya pulangnya. I love you."

 Gue masih bisa mendengar suara Danu dari kejauhan, seiring dengan menghilangnya sosok Danu karena Gue terus berjalan ke salsa. Dia kembali berbohong pada cewek yang dia panggil dengan sebutan "beb." Sejujurnya gue sama sekali tidak setuju sama apa yang dilakukan oleh Danu. Mungkin bagi beberapa orang seperti dia, kalimat gombal atau pujian manis untuk orang lain merupakan hal yang sangat lumrah, tapi tidak bagi gue. Menurut gue, percuma ada seseorang yang pandai memikat hati orang lain dari sekedar omongan di mulut saja, tapi justru hatinya berkata sebaliknya.

 Sekarang gue dapat membuat kesimpulan, bahwa keromantisan seseorang tidak bisa diukur dari apa yang hanya keluar lewat kata-kata. Cobalah untuk merasakan sisi romantis itu dari perilaku yang diberikan untuk orang yang benar-benar dicintai. Datar atau tidak sebuah percakapan bukanlah menjadi persoalan yang penting. Melainkan ketulusan, kejujuran, memberi rasa nyaman, serta bisa memberi rasa percaya lah yang akan menjadi tolak ukur sebuah rasa sayang.


Akhirnya gue masuk kedalam, kemudian gue masuk untuk segera  bertemu dengan salsa. Gue berdiri sendirian pintu.

Kemudian gue sedikit berlari untuk menghampiri Salsa yang sudah menunggu gue.

"Ih lama banget deh, udah nungguin lama tauk!!!!"

"Sorry sorry, tadi Nabrak kucing euy dijalan. Yaudah yuk makan, maaf yaaaaaaa."
 "ya, gapapa kok Tadi aku cuma bercanda"
Dengan sebuah senyuman manis aku berkata , .. Hehehe, oh iya selamat ulang tahun ya, Sa, ini ada hadiah buat kamu."
Gue  memberikan Salsa sebuah kotak kecil, apapun itu isinya bukan masalah bagi Salsa. Yang terpenting saat ini adalah Salsa bisa mendapatkan sebuah kenyamanan dari seorang cowok,dan salsa  tidak terlalu menuntut macem-macem dari diri gue.

"Terima kasih ya, Salsa. Yaudah makan yuk, tenang kamu mau makan apa aja bebas, karena hari ini kan kamu ulang tahun."

"Asiikkkkkk."

"Tapi kamu bawa dompet kan?"

"Ih nyebelin!"

Sabtu, 28 September 2013

AKPOL AKPOL AKPOL

Saya Berjanji gak akan mengecewakan orangtua,akukan membalas semua kasimu,pemberianmu. akukan berjanji akan berada di AKADEMI KEPOLISIAN  2015 (AKPOL) di Semarang  nanti. aku buktikan nanti kalau anakmu ini bisa, Perjalanku masi jauh 

Jumat, 27 September 2013

Ngapain Sih Sebenernya Seseorang Cewek Bales Pesannya Lama

Di kehidupan yang penuh kegaulan dan modernitas kayak sekarang semakin banyak geng yang merajalela. Setelah beberapa tahun lalu kita sempet heboh sama yang namanya geng Nero, terus beberapa waktu belakangan ini diramein sama geng motor, kali ini anak-anak muda direpotkan sama satu geng yang sungguh bikin ketar-ketir. Geng si. Gengsi.
Memang seringnya gengsi ini bertentangan sama apa yang ada di hati. Lebih tepatnya, gengsi selalu jadi penghalang yang bikin harapan-harapan terbentur tembok yang dibuat sendiri. Misalnya, ketika kamu pengin dia tau perasaan kamu, padahal secara logika akal sehat manusia sebagai homo sapien, tinggal bilang aja. Tapi karena satu makhluk bernama gengsi, semuanya jadi rumit. Kamu pengin dia tau perasaan kamu tanpa kamu ngasih tau.

Bukan cuma di kasus itu. Masih banyak kasus lainnya, seperti kamu pengin dia ke kamu tapi nggak ngasih tau dia lagi ditunggu sama kamu. Rumit. Ribet. Ruwet. Nasi liwet *ini efek lapar*.
Buat yang lagi dalam masa pendekatan-pendekatan atau bahasa gaulnya pedekate, pasti sering mendapati orang yang lagi dideketin itu balesnya lama.
Menurut gue ini hal yang menarik. Gue sempet bertanya-tanya, terus gue pernah coba juga diskusi tentang ini, dan dapatlah beberapa garis merah. Gue bakalan paparin sedikit.
Jadi, kenapa sih orang (khususnya cewek) kalo lagi pedekate  balesnya sering lama?
Lagi sibuk
Ini jawaban paling normal dan paling positive thinking sih. Bisa jadi sibuk ngerjain kerjaan, atau ngerjain PR, atau belajar buat ulangan,…
atau sibuk chatting sama yang lain.
Kaget dan mikir
Ini yang paling umum terjadi. Ya bayangin aja, ketika ada orang yang diharap-harapkan ngirim pesan, eh dia tiba-tiba dateng. Di sinilah kelebayan dan kelemotan manusia mulai keluar.
Orang yang tiba-tiba dapet pesan dari sang pujaan, bakal kaget. Iya, pasti ada jeda pas pesan itu datang. Jeda nggak percaya, jeda meyakinkan diri sendiri ini beneran apa nggak, sampe akhirnya mikir. Mikirinin kenapa tiba-tiba dia ngirim pesan, “Kenapa gue?” “Terus gue harus gimana?
Kadang, mikirnya pun kelewat jauh. Mikirin nanti kalo udah ngobrol/chatting bakalan jadian nggak ya? Dia kan punya pacar, terus kira-kira bentar lagi putus nggak ya? Kurang lebih seperti itu.
Curhat
Pas diajakin chatting sama orang yang disuka, ya otomatis akan ngerasa seneng, deg-degan, sekaligus penasaran. Makanya, karena ketidaknyamanan hati itu, orang yang tiba-tiba di-chat sama sang inceran, akan langsung menghubungi temen-temen terbaiknya. Bahkan nggak jarang juga ada yang langsung ngibrit ke rumah temennya kalo tempatnya deket, terus nginep dan diisi curhat-curhat lucu sambil diskusi,
Foto: Tumble
Foto: Tumblr
Eh… eh… gue harus bales apa lagi nih?
Temen kompor
Banyak kasus, ketika orang dikirimin pesan duluan sama orang yang diharapkan, secara mekanisme pertahanan diri dia akan sangat lemah. Dia akan senang sekali. Saking senangnya, dia akan sangat ingin membalas pesan itu secepatnya.
Akan tetapi karena pengaruh poin di atas, dia bakalan curhat ke temennya. Dan temennya, karena nggak lagi jatuh cinta dan kesenengan, bisa mikir dengan lebih logis. Lalu sang teman menyarankan, “Jangan langsung dibales tauk! Diemin dulu biar penasaran…
Ngirit
Ada juga yang sengaja bales pesannya lama, biar irit gitu… Karena balesnya lama dan dikit-dikit, jadi chatting-nya pun semakin lama.
Emang paling bisa deh orang yang lagi kasmaran mah.
Jumpalitan dulu
Satu gambar ini sudah cukup menggambarkan sepertinya…
Girls
Gambar: spesial
Jadi, kurang lebih, begitulah. Di antara kamu pasti pernah ada yang mengalami. Ada yang kurang nggak dari yang di atas? Coba-coba boleh ditambahin. Kolom komentar masih lega tuh…